Kamis, 02 Januari 2020
Minggu, 01 September 2019
Minggu, 25 Agustus 2019
Kamis, 15 Agustus 2019
Selasa, 10 November 2015
Gerontik
Makalah Trend Dan Issue Gerontik
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Etika dan Hukum Keperawatan
PADA Pendidikan Progam Studi S1 Keperawatan
|
|
Disusun Oleh:
RISKI AFANDI
(A2R14041)
(A2R14041)
Progam STUDI S1 KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
"HUTAMA ABDI HUSADA"
TULUNGAGUNG
2015/2016
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
"HUTAMA ABDI HUSADA"
TULUNGAGUNG
2015/2016
- Definisi
Gerontik berasal Dari kata gerontologi Dan geriatrik. Gerontologi Adalah Cabang ilmu Yang membahas TENTANG Proses penuaan Yang Timbul PADA orangutan Yang berusia lanjut. Geriatrik berkaitan DENGAN penyakit ATAU kecacatan Yang Terjadi PADA orangutan Yang berusia lanjut. Keperawatan Gerontik Adalah Suatu Bentuk Pelayanan profesional Yang PADA didasarkan ilmu Dan Kiat / teknik keperawatan Yang Berbentuk bio-psiko-sosio-spritual Dan kultural Yang holistik, ditujukan PADA Klien lanjut Usia, baik sehat maupun sakit PADA Tingkat individu, Keluarga, Kelompok Masyarakat Dan. * * Menurut Lueckerotte (2000) keperawatan gerontik Adalah ilmu Yang mempelajari TENTANG Perawatan PADA lansia Yang berfokus Status PADA Pengkajian Kesehatan dan fungsional, Perencanaan, Implementasi Serta Evaluasi.
- Teori Proses Menua
1. Biologi
a. Teori
(genetikJam)
P roses Menua Terjadi Akibat adanya Program Selai genetik Didalam nuklei. Jam Suami berputar akan hati Jangka Waktu Tertentu Dan jika kemacetan Suami Sudah Habis putarannya Maka, akan menyebabkan berhentinya Proses mitosis. Hal inisial ditunjukkan Diposkan hasil temuan temuan Penelitian Haiflick, (1980) dikutif Darmojo Dan Martono (1999) dari Teori ITU dinyatakan adanya Hubungan ANTARA kemampuan membelah sel hati kultur DENGAN Umur spesies Mutasisomatik (Teori kesalahan Bencana) HAL Penting lainnya Yang Perlu hati diperhatikan menganalisis faktor- aktor penyebab terjadinya Proses Menua Adalah faktor Lingkungan Yang menyebabkan terjadinya Mutasi somatik. Sekarang Sudah Umum diketahui bahwa radiasi Dan zat kimia DAPAT memperpendek Umur. * * Menurut Teori Suami terjadinya Mutasi Yang progresif DNA PADA sel somatik, akan menyebabkan terjadinya Penurunan kemampuan Fungsional sel tersebut.
b. Teori(Kesalahan)
Salah Satu hipotesis Yang Yang Berhubungan DENGAN Mutasi sel somatik Adalah hipotesis (Kesalahancastastrophe) (Darmojo Dan Martono, 1999). * * Menurut Teori tersebut Menua diakibatkan Diposkan menumpuknya Jazz RS Kesalahan Sepanjang Kehidupan Manusia. Akibat Kesalahan tersebut berakibat akan Kesalahan Metabolisme Yang DAPAT mengakibatkan sel kerusakan fungsi fungsi fungsi fungsi sel Dan SECARA perlahan.
c. Teori(autoimun)
Proses Menua DAPAT Terjadi Akibat perubahan pasca protein tranlasi Yang DAPAT mengakibatkan berkurangnya kemampuan Sistem imun Tubuh mengenali Dirinya Sendiri (pengakuan diri). Jika Mutasi somatik menyebabkan terjadinya kelainan PADA permukaan sel, Maka HAL Suami akan mengakibatkan Sistem imun Tubuh menganggap sel Yang mengalami perubahan tersebut SEBAGAI sel Asing Dan menghancurkannya Goldstein (1989) dikutip Dari Azis (1994).
Hal inisial dibuktikan DENGAN makin bertambahnya prevalensi auto Antibodi PADA lansia (Brocklehurst, 1987 dikutif Dari Darmojo Dan Martono, 1999). Dipihak berbaring Sistem imun Tubuh Sendiri Daya pertahanannya mengalami Penurunan PADA Proses Menua, Daya serangnya Terhadap antigen Menjadi menurun, sehingga sel-sel patologis MENINGKAT Sesuai DENGAN menigkatnya Umur (Suhana, 1994 dikutif Dari Nuryati, 1994)
d. Teori (RadikalBebas)
Penuaan DAPAT Terjadi Akibat Interaksi Dari Komponen RADIKAL Bebas hati Tubuh Manusia. Radikal Bebas DAPAT Berupa: superoksida (O2), Radikal hidroksil (OH) Dan peroksida Hidrogen (H2O2). Radikal Bebas Sangat merusak KARENA Sangat reaktif, sehingga DAPAT bereaksi DENGAN DNA, protein, asam lemak tak jenuh Dan. * * Menurut Oen (1993) Yang dikutif Dari Darmojo Dan Martono (1999) menyatakan bahwa makin tua makin Umur Banyak terbentuk RADIKAL Bebas, sehingga menimbulkan pengrusakan Terus Terjadi, kerusakan organel sel makin Banyak akhirnya sel mati.
e. Kenakan & Robek Teori
Kelebihan usaha Dan menekankan sel menyebaban Tubuh Rusak.
f. Teori kolagen
Hati Peningkatan Belum Direalisasi kolagen Jaringan menyebabkan kerusakan KECEPATAN Jaringan Dan melambatnya Perbaikan sel Jaringan.
2. Sosiologi
SEBUAH. Teori Diagram melukiskan LC
K etuaan akan menyebabkan Penurunan Belum Direalisasi Kegiatan SECARA Langsung.
K etuaan akan menyebabkan Penurunan Belum Direalisasi Kegiatan SECARA Langsung.
b. Teori kontinuitas
A danya Suatu Kepribadian berlanjut Yang menyebabkan adanya Suatu Pola stres prilaku Yang meningkatkan.
c. Perusahaan Company Teori
P utusnya Hubungan DENGAN Halaman 'masyarakat WordPress-luar seperti Hubungan DENGAN', Hubungan DENGAN individu lain.
d. Teori Stratifikasi Usia
K arena orangutan Yang hati digolongkan Usia tua akan Mempercepat Proses penuaan.
3. Psikologis
SEBUAH. Teori Kebutuhan Manusia Dari Maslow
O berdering Yang Bisa mencapai aktualisasi * * Menurut Penelitian 5% dan TIDAK SEMUA orangutan Bisa mencapai Kebutuhan Yang Sempurna.
O berdering Yang Bisa mencapai aktualisasi * * Menurut Penelitian 5% dan TIDAK SEMUA orangutan Bisa mencapai Kebutuhan Yang Sempurna.
b. Teori Jung
T erdapat Tingkatan-Tingkatan Hidup Yang mempunyai hati telkom Perkembangan Kehidupan.
T erdapat Tingkatan-Tingkatan Hidup Yang mempunyai hati telkom Perkembangan Kehidupan.
c. Tentu Saja Dari Teori Kehidupan Manusia
Seseorang hati Hubungan DENGAN Lingkungan ADA Tingkat maksimumnya.
d. Pengembangan Tugas Teori
TIAP Tingkat Kehidupan mempunyai telkom Perkembangan Sesuai DENGAN usianya.
4. Penuaan Primer
P erubahan PADA Tingkat sel Dimana sel Yang mempunyai inti DNA / RNA PADA Proses penuaan protein DNA Tidak mampu MEMBUAT Dan RNA TIDAK Lagi Mampu mengambil Oksigen, sehingga membran sel Menjadi kisut Dan Akibat Kurang mampunya MEMBUAT protein Maka akan Terjadi Penurunan Imunologi Dan Mudah Terjadi Infeksi.
5. Penuaan skunder
P roses penuaan Akibat Dari faktor Lingkungan, Fisik, psikis Dan sosial. Stres Fisik, psikis, hd Hidup dan DI e t DAPAT Mempercepat Proses Menjadi tua. Gairah Hidup Yang DAPAT Mempercepat Proses Menjadi tua dikaitkan DENGAN Kepribadian Seseorang.
- Batasan Usia Gerontik
DEPKES RI membagi Lansia SEBAGAI berikut:
1. Kelompok Menjelang Usia lanjut (45-54 th) SEBAGAI masa VIRILITAS
2. Kelompok Usia lanjut (55-64 th) SEBAGAI masa PRESENIUM
3. Kelompok Usia lanjut (65 th>) SEBAGAI masa SENIUM
WHO membagi lansia Menjadi 3 Kategori, Yaitu:
1. Usia lanjut: 60-74 Tahun
2. Usia Tua: 75-89 Tahun
3. Usia Sangat lanjut:> 90 Tahun
- Tipologi Lansia
Lansia tipe Yang memucat menonjol:
1. Tipe arif Dan Bijaksana: lansia Yang kaya akan hikmah Pengalaman
2. Tipe mandiri: lansia akan mengganti Kegiatan Yang Hilang DENGAN Kegiatan
Yang baru
Yang baru
3. Tipe Tidak Puas: lansia menentang terjadinya Proses penuaan
4. Tipe pasrah: Selalu MENERIMA Dan Menunggu Nasib Baik
5. Tipe bingung: lansia akan mengalami Kehilangan Kepribadian Dan akan
mengasingkan Diri
mengasingkan Diri
- Trend Dan Aku jar ngan G erontik
1. Fenomena Demografi
Perkembangan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Hijau memberikan Dampak positif Terhadap Kesejahteraan Yang terlihat Dari Angka harapan Hidup (AHH) Yaitu:
AHH di Indonesia Tahun 1971: 46,6 Tahun
AHH di Indonesia Tahun 2000: 67,5 Tahun
Sebagaimana dilaporkan Diposkan Ahli Committae PADA Kesehatan Erderly:
Di Indonesia diperkirakan akan beranjak Dari peringkat KE Sepuluh PADA Tahun 1980 KE peringkat Enam PADA Tahun 2020, perbedaan di Brasil Yang menduduki peringkat KE Sebelas Tahun 1980.
PADA Tahun 1990 Belum Direalisasi Penduduk Yang berusia 60 Tahun Kurang LEBIH 10 juta jiwa / 5,5% Dari Jumlah Penduduk POPULASI.
PADA Tahun 2020 diperkirakan MENINGKAT 3x, Menjadi Kurang LEBIH 29 juta jiwa / 11,4% Dari Jumlah Penduduk POPULASI (Lembaga Demografi FE-UI-1993).
Dari hasil temuan temuan tersebut Diatas Terdapat hasil temuan temuan Yang mengejutkan Yaitu:
a. 62,3% lansia di Indonesia Masih berpenghasilan Dari pekerjaannya Sendiri.
b. 59,4% Dari lansia Masih berperan SEBAGAI kepela Keluarga.
c. 53% lansia Masih menanggung bebean Kehidupan Keluarga.
d. Hanya 27,5% lansia mendapat Penghasilan Dari Anak ATAU menantu.
2. Fenomena Permasalahan PADA Lansia
SEBUAH. Permasalahan Umum
1) Makin gede Belum Direalisasi lansia Yang berada di Bawah Garis Kemiskinan.
2) Makin melemahnya Nilai kekerabatan sehingga ANGGOTA Keluarga Yang
berusia lanjut Kurang diperhatikan, dihargai Dan dihormati.
berusia lanjut Kurang diperhatikan, dihargai Dan dihormati.
3) Lahirnya Kelompok industri '' masyarakat.
4) kuantitas Masih rendahnya Dan KUALITAS Tenaga profesional Pelayanan
Lanjut Usia.
Lanjut Usia.
5) Belum membudaya Dan melembaganya Kegiatan Pembinaan
Kesejahteraan lansia.
Kesejahteraan lansia.
b. Permasalahan Khusus
1) Berlangsungnya Proses Menua Yang berakibat timbulnya masalah Baik
Fisik, maupun sosial mental.
Fisik, maupun sosial mental.
2) Berkurangnya Integrasi Sosial Usila.
3) Rendahnya produktifitas kerja lansia.
4) Banyaknya lansia Yang Miskin, terlantar Dan Cacat.
5) Bertbahnya Nilai sosial '' masyarakat Yang mengarah PADA
tatanan '' masyarakat individualistis.
tatanan '' masyarakat individualistis.
6) Adanya Dampak negatif Dari Proses Pembangunan Yang DAPAT
mengganggu kesehatan Fisik lansia.
mengganggu kesehatan Fisik lansia.
c. Fenomena Bio-psico sosio spiritual Dan Penyakit Lansia
1) Penurunan Fisik
2) Perubahan mental yang Yang
3) psikososial Perubahan-perubahan
d. Karakteristik Penyakit PADA Lansia:
1) Penyakit Sering beberapa, Yaitu saling Berhubungan Satu sama lain.
2) Penyakit degeneratif bersifat Yang Sering kecacatan menimbulkan.
3) Gejala Sering Jelas TIDAK Dan Berkembang SECARA perlahan.
4) Sering masalah Bersama-sama psikologis Dan sosial.
5) Lansia Sangat peka Terhadap Penyakit Infeksi Akut.
6) Sering Terjadi penyakit iatrogenik
- Masalah K esehatan Yang S kenai T erjadi PADA L Ansia
1.
* * Masalah seksual Kehidupan
Adanya anggapan bahwa SEMUA ketertarikan seks PADA lansia Telah Hilang Adalah mitos ATAU kesalahpahaman. (parke, 1990). PADA kenyataannya Hubungan seksual suami PADA Balittanah Yang Sudah Menikah DAPAT berlanjut Sampai bertahun-Tahun. Diagram Bahkan melukiskan LC Suami DAPAT dilakukan PADA Saat Klien sakit Yang t au mengalami ketidakmampuan DENGAN Cara berimajinasi ATAU menyesuaikan Diri DENGAN Pasangan masing-masing. Hal inisial DAPAT Menjadi Tanda bahwa Maturitas Dan Kemesraan ANTARA kedua Pasangan sepenuhnya normal. Hati Ketertarikan Terhadap Hubungan Intim DAPAT Terulang ANTARA Pasangan membentuk Ikatan Fisik Dan emosional SECARA Mendalam selama Masih Mampu melaksanakan.
Adanya anggapan bahwa SEMUA ketertarikan seks PADA lansia Telah Hilang Adalah mitos ATAU kesalahpahaman. (parke, 1990). PADA kenyataannya Hubungan seksual suami PADA Balittanah Yang Sudah Menikah DAPAT berlanjut Sampai bertahun-Tahun. Diagram Bahkan melukiskan LC Suami DAPAT dilakukan PADA Saat Klien sakit Yang t au mengalami ketidakmampuan DENGAN Cara berimajinasi ATAU menyesuaikan Diri DENGAN Pasangan masing-masing. Hal inisial DAPAT Menjadi Tanda bahwa Maturitas Dan Kemesraan ANTARA kedua Pasangan sepenuhnya normal. Hati Ketertarikan Terhadap Hubungan Intim DAPAT Terulang ANTARA Pasangan membentuk Ikatan Fisik Dan emosional SECARA Mendalam selama Masih Mampu melaksanakan.
2.
Perubahan prilaku
PADA lansia Sering dijumpai terjadinya perubahan Perilaku diantaranya: Daya Ingat menurun, pelupa, Sering menarik Diri, ADA kecendrungan Penurunan Merawat Diri, timbulnya kecemasan KARENA Dirinya Sudah TIDAK menarik Lagi, lansia Sering menyebabkan sensitivitas emosional Seseorang Yang akhinya Menjadi Sumber Banyak masalah .
PADA lansia Sering dijumpai terjadinya perubahan Perilaku diantaranya: Daya Ingat menurun, pelupa, Sering menarik Diri, ADA kecendrungan Penurunan Merawat Diri, timbulnya kecemasan KARENA Dirinya Sudah TIDAK menarik Lagi, lansia Sering menyebabkan sensitivitas emosional Seseorang Yang akhinya Menjadi Sumber Banyak masalah .
3.
Pembatasan Fisik
Semakin lanjut Usia Seseorang, mereka akan mengalami kemunduran terutama dibidang kemampuan Fisik Yang DAPAT mengakibatkan Penurunan PADA Peranan - Peranan sosialnya. Hal inisial mengakibatkan pula timbulnya ganggun di hati HAL mencukupi Kebutuhan hidupnya sehingga DAPAT meningkatkan ketergantunan Yang memerlukan Bantuan orangutan lain.
Semakin lanjut Usia Seseorang, mereka akan mengalami kemunduran terutama dibidang kemampuan Fisik Yang DAPAT mengakibatkan Penurunan PADA Peranan - Peranan sosialnya. Hal inisial mengakibatkan pula timbulnya ganggun di hati HAL mencukupi Kebutuhan hidupnya sehingga DAPAT meningkatkan ketergantunan Yang memerlukan Bantuan orangutan lain.
4.
Perawatan paliatif
obat Pemberian PADA lansia bersifat Perawatan paliatif Adalah obat tersebut ditunjukan untuk review mengulas Mengurangi rasa sakit Yang Dirasakan Diposkan lansia. Fenomena poli fermasi DAPAT menimbulkan masalah, Yaitu adanya Interaksi Obat dan Efek Samping obat. SEBAGAI contoh Klien DENGAN Gagal Jantung Dan edema mungkin diobatai DENGAN dioksin Dan diuretika.
Diuretik berfungsi untu Mengurangi Volume Darah Dan shalat Satu Efek sampingnya Yaitu keracunan digosin. Klien Yang sama mungkin mengalami depresi sehingga diobati DENGAN antidepresan. Dan Efek Samping Inilah Yang ketidaknyaman lansia menyebaban.
obat Pemberian PADA lansia bersifat Perawatan paliatif Adalah obat tersebut ditunjukan untuk review mengulas Mengurangi rasa sakit Yang Dirasakan Diposkan lansia. Fenomena poli fermasi DAPAT menimbulkan masalah, Yaitu adanya Interaksi Obat dan Efek Samping obat. SEBAGAI contoh Klien DENGAN Gagal Jantung Dan edema mungkin diobatai DENGAN dioksin Dan diuretika.
Diuretik berfungsi untu Mengurangi Volume Darah Dan shalat Satu Efek sampingnya Yaitu keracunan digosin. Klien Yang sama mungkin mengalami depresi sehingga diobati DENGAN antidepresan. Dan Efek Samping Inilah Yang ketidaknyaman lansia menyebaban.
5.
Pengunaan obat
Medikasi PADA lansia memerlukan Perhatian Yang Khusus Dan merupakan Persoalan Yang Sering kali Muncul dimasyarakat ATAU rumah sakit. Utama Persoalan Dan terapi yang Yang obat PADA lansia Adalah terjadinya perubahan fisiologi PADA lansia Akibat Efek obat Yang Luas, termasuk Efek Samping obat tersebut. (Watson, 1992).
Dampak Praktis DENGAN adanya perubahan Usia Suami Adalah bahwa obat DENGAN dosis Yang LEBIH Kecil cenderung untuk review lansia diberikan. Namun HAL Suami Tetap bermasalah KARENA lansia Sering kali menderita bermacam-macam penyakit untuk review diobati sehingga mereka Membutuhkan beberapa JENIS obat. Persoalan Yang dialami hati lansia Pengobatan Adalah:
Medikasi PADA lansia memerlukan Perhatian Yang Khusus Dan merupakan Persoalan Yang Sering kali Muncul dimasyarakat ATAU rumah sakit. Utama Persoalan Dan terapi yang Yang obat PADA lansia Adalah terjadinya perubahan fisiologi PADA lansia Akibat Efek obat Yang Luas, termasuk Efek Samping obat tersebut. (Watson, 1992).
Dampak Praktis DENGAN adanya perubahan Usia Suami Adalah bahwa obat DENGAN dosis Yang LEBIH Kecil cenderung untuk review lansia diberikan. Namun HAL Suami Tetap bermasalah KARENA lansia Sering kali menderita bermacam-macam penyakit untuk review diobati sehingga mereka Membutuhkan beberapa JENIS obat. Persoalan Yang dialami hati lansia Pengobatan Adalah:
Ø Bingung
Ø Lemah ingatan
Ø Penglihatan berkurang
Ø TIDAK Bias memegang
Ø Program Kurang Memahami pentingnya tersebut dipatuhi unuk Dan dijalankan
6.
Kesehatan mental yang Yang
Selain mengalami kemunduran Fisik lansia JUGA mengalami kemunduran mental. Semakin lanjut Seseorang, kesibukan soialnya akan Semakin berkurang Dan DAPAT mengakibatkan berkurangnya intregrasi DENGAN lingkungannya.
Selain mengalami kemunduran Fisik lansia JUGA mengalami kemunduran mental. Semakin lanjut Seseorang, kesibukan soialnya akan Semakin berkurang Dan DAPAT mengakibatkan berkurangnya intregrasi DENGAN lingkungannya.
- Penyakit Yang S kenai T erjadi PADA L Ansia
1. Osteo artritis (OA)
OA Adalah peradangan Sendi Yang Terjadi Akibat Peristiwa Mekanik Dan biologik Yang mengakibatkan penipisan rawan Sendi, TIDAK stabilnya Sendi, Dan perkapuran. OA merupakan penyebab Utama ketidakmandirian PADA Usia lanjut, Yang trauma dipertinggi risikonya Karena, PENGGUNAAN Sendi berulang Dan obesitas.
2. Osteoporosis
Osteoporosis shalat merupakan Satu Bentuk Gangguan tulang Dimana masa ATAU kepadatan tulang berkurang. Doa Terdapat JENIS osteoporosis, tipe Saya merujuk PADA Percepatan Kehilangan tulang selama doa dekade Pertama Penghasilan kena Pajak menopause, tipe II sedangkan Adalah hilangnya masa tulang PADA Usia Lanjut KARENA terganggunya Produksi vitamin D.
3. Hipertensi
Hipertensi merupakan Kondisi Dimana Tekanan Darah sistolik sama ATAU LEBIH Tinggi Dari 140 mmHg Dan Tekanan diastolik LEBIH Tinggi Dari 90mmHg, Yang Terjadi KARENA menurunnya elastisitas arteri PADA Proses Menua. Bila TIDAK ditangani, hipertensi DAPAT memicu terjadinya stroke, pembuluh kerusakan Darah (arteriosclerosis), Serangan / Gagal Jantung, Dan Gagal ginjal
4. Diabetes Mellitus
Sekitar 50% Dari lansia memiliki Gangguan intoleransi Glukosa Darah Dimana gula Masih Tetap Yang hati meskipun yang normal Kondisi puasa. Kondisi Suami DAPAT Berkembang Menjadi diabetes melitus, kadar gula Dimana Darah sewaktu Diatas ATAU sama DENGAN 200 mg / dl Dan kadar Glukosa Darah Saat puasa di perbedaan 126 mg / dl. Obesitas, Pola Makan Yang buruk, Kurang olah raga Dan Usia lanjut mempertinggi Risiko DM. SEBAGAI Ilustrasi, Sekitar 20% Dari lansia berusia 75 Tahun menderita DM. Beberapa gejalanya Adalah Sering haus Dan lapar, Banyak berkemih, Mudah Lelah, Berat Badan Terus berkurang, gatal-gatal, mati rasa, Dan luka Yang Lambat Sembuh.
5. Dimensia
Merupakan kumpulan gejala Yang berkaitan DENGAN Kehilangan fungsi fungsi fungsi fungsi Intelektual Dan Daya Ingat SECARA perlahan-Lahan, sehingga mempengaruhi Diagram melukiskan LC Kehidupan Sehari-hari. Alzheimer merupakan JENIS demensia Yang memucat Sering Terjadi PADA Usia lanjut. Adanya Riwayat Keluarga, lanjut Usia, penyakit vaskular / pembuluh Darah (hipertensi, diabetes, Kolesterol tinggi), trauma kepala merupakan faktor Risiko terjadinya demensia. Demensia JUGA kerap Terjadi PADA wanita Dan individu DENGAN Pendidikan Rendah.
6. Penyakit Jantung koroner.Teh
Penyempitan pembuluh Darah Jantung sehingga Aliran Darah Menuju Jantung terganggu. Gejala Umum Yang Terjadi Adalah Nyeri dada, napas Sesak, pingsan, Hingga kebingungan.
7. Kanker
Kanker merupakan SEBUAH keadaan Dimana Struktur Dan fungsi fungsi fungsi fungsi SEBUAH sel mengalami perubahan bahkan Sampai merusak sel-sel lainnya Yang Masih sehat. Sel Yang Berubah Suami mengalami Mutasi KARENA Suatu sebab sehingga besarbesaran TIDAK Bisa Lagi menjalankan fungsi fungsi fungsi fungsi normalnya. Biasanya perubahan sel inisial mengalami beberapa Tahapan, Mulai dari Yang Ringan Sampai Berubah sama Sekali Dari keadaan Awal (Kanker). Kanker merupakan penyebab Kematian nomor doa Penghasilan kena Pajak penyakit Jantung. Faktor Resiko Yang memucat Utama Adalah Usia. Dua pertiga Kasus Kanker Terjadi perbedaan di Usia 65 Tahun. Mulai Usia 40 Tahun Resiko untuk review Timbul Kanker MENINGKAT.
- Peran Perawat
Berkaitan DENGAN Kode Etik Yang Harus Diposkan diperhatikan PERAWAT Adalah:
1.
Perawat Harus memberikan rasa Hormat Kepada Klien Tanpa suku memperhatikan, ras, gol, pangkat, Jabatan, status sosial, Maslah kesehatan.
2.
Menjaga rahasia Klien
3.
Melindungi Klien Dari campur serbi pihak Yang TIDAK kompeten, TIDAK ETIS, Praktek ilegal.
4.
Perawat berhak mnerima jasa Dari hasil temuan temuan Konsultasi danpekerjaannya
5.
Perawat Menjaga kompetesi keperawatan
6.
Perawat memberikan Pendapat Dan menggunakannya. Kompetei individu Serta kualifikasi daalm memberikan Konsultasi
7.
hati Berpartisipasi Aktif kelanjutanyaperkembangannya Tubuh Pengetahuan
8.
hati Berpartipitasi Aktif meningkatan profesional standar
9.
Berpatisipasi hati usaha mencegah '' masyarakat, Dari Informasi Yang shalat Dan misinterpretasi Dan Menjaga Integritas PERAWAT
Perawat Harus melakukan kolaborasi DENGAN Profesi kesehatannya yang lain hati ATAU Ahli Rangka meningkatkan Pelayanan kesehatan Yang Dibutuhkan Diposkan '' masyarakat termasuk PADA lansia.
- Hukum dan perundang-Undangan Yang Terkait DENGAN Lansia
1. UU No. 4 Tahun 1965 TENTANG Pemberian Bantuan Bagi Orang Jompo.
2. UU No.14 Tahun 1969 TENTANG KETENTUAN Pokok Mengenai Tenaga Kerja
3. UU No.6 Tahun 1974 TENTANG KETENTUAN Pokok Kesejahteraan Sosial
4. UU No.3 Tahun 1982 TENTANG Jaminan Sosial Tenaga Kerja
5. UU No.2 Tahun 1989 TENTANG Sistem Pendidikan Nasional
6. UU No. 2 Tahun 1992 TENTANG Usaha Perasuransian
7. UU No.4 Tahun 1992 TENTANG Perumahan Dan Pemukiman
8. UU No.10 Tahun 1992 TENTANG Perkembangan Kependudukan Dan
Pembangunan Keluarga Sejahtera
Pembangunan Keluarga Sejahtera
9. UU Nomor 11 Tahun 1992 TENTANG Dana Pensiun
10. UU No.23 Tahun 1992 TENTANG Kesehatan
11. PP No.21 Tahun 1994 TENTANG Penyelenggaraan Pembangunan Keluarga
Sejahtera
Sejahtera
12. PP No.27 Tahun 1994 TENTANG Pengelolaan Perkembangan Kependudukan
13. UU No. 13 Tahun 1998 TENTANG Kesejahteraan Lansia (Tambahan Lembaran
Negara Nomor 3796) SEBAGAI Pengganti UU No.4 Tahun 1965 TENTANG Pemberian
Bantuan Bagi Orang Jompo.
Negara Nomor 3796) SEBAGAI Pengganti UU No.4 Tahun 1965 TENTANG Pemberian
Bantuan Bagi Orang Jompo.
UU No. 13 Tahun 1998 ANTARA Suami berisikan berbaring:
SEBUAH. Hak, Kewajiban, telkom, Serta tanggung jawab Pemerintah, '' masyarakat, Dan
Kelembagaan.
Kelembagaan.
b. Upaya Pemberdayaan
c. Upaya peningkatan Kesejahteraan Sosial lansia potensial Dan TIDAK potensial
d. Pelayanan Terhadap lansia
e. Perlindungan sosial
f. Bantuan sosial
g. Koordinasi
h. KETENTUAN pidana Dan sanksi administrasi
i. KETENTUAN Peralihan
Beberapa undang-undang Yang Perlu disusun Adalah:
1. UU TENTANG Pelayanan Lansia Berkelanjutan (continum Perawatan)
2. UU TENTANG Tunjangan Perawatan Lansia
3. UU TENTANG Penghuni Panti (Piagam Resident Kanan)
4. UU TENTANG Pelayanan Lansia di Masyarakat (Option Community Program)
DAFTAR PUSTAKA
Langganan:
Komentar (Atom)
